Di mlm yg larut ak menangis, ak lapar, dr td pgi ak blm mkn, ak mngeluhkn pd ibuku namun ia hnya menangis dn memeluku, ak tau ibu tak punya apa2 untk kt mkn,, tiba2 ad yg mngetuk pintu dn mngucapkn salam, ak pun mmbukakannya, nampaklah seorang yg mnutup wajahnya dgn kain, ia membwa roti dn kurma, lalu ia
mmberikannya kpd ku sambil mengusap kepalaku, lalu ia berlalu,, ak merasa senang karna skrng ak dn ibuku bisa makan,, tiap malam ia selalu datang k rmh ku untk mmberiku roti dn kurma ini,, ak senang dan ak menganggapnya sbagai ayahku,, Namun tidak sperti biasanya ia tidak dtang malam ini, ak menunggu dgn penuh harap kdatangan ayahku,, ya Allah kmana ia, ak tidak lapar skarang, namun ak merindukan ia, akhirnya ak pun tertidur..
Saat pagi, org2 di kota di liputi oleh rasa kabu,, junjungan kami, pemimpin kami, imam kami, Ali bin Abutholib meninggal dunia,, ak merasa sedih sekali,, dan kini ak tau siapa org yg mengenekan kain untk menutup wajah nya membwa roti dn kurma untk di brikan kpd ank yatim spertiku,..Ya Ali . . . . . . .
0 komentar:
Posting Komentar